FILE Raqib Dan Atid

Sun, 02/10/2016 15:47:44   | Dilihat : 914   Penulis : Admin2

Oleh: Prola Wijono, Widyaiswara Bapelkes Cikarang

Jeddah. Sabtu, 5 Oktober 2013.

Di jaman modern ini semuanya serba canggih, simple dan akuntabel, termasuk dalam urusan simpan menyimpan catatan dan dokumen penting/ berharga yang biasa disebut “file digital”, karena sifatnya yang aman dan ringkas/ praktis tanpa memerlukan ruangan yang besar.

Jika manusia saja mempunyai file secanggih itu apa lagi dengan file yang dimiliki oleh malaikat Raqib dan Atid yang mempunyai TUPOKSI (tugas pokok dan fungsi) mendokumentasikan seluruh amal perbuatan manusia selama hidupnya. Uraian di bawah ini akan menunjukkan betapa Raqib dan Atid telah melaksanakan tupoksinya dengan CERMAT DAN TEGAS melalui pendokumentasian amal perbuatan seseorang pada file nya yang akan dibuka kembali di Padang Mahsyar.

Kyai Zaini adalah seorang mubaligh kharismatik yang dibesarkan dengan nafas penuh keagamaan di lingkungan pondok pesantren oleh ayahandanya yang juga mubaligh besar. Beliau sangat disegani oleh hampir seluruh masyarakat di daerahnya, karena disamping tinggi ilmunya juga terpuji tutur kata, akhlak dan perbuatannya. Seperti biasa suatu malam beliau diundang oleh panitya sebuah masjid untuk memberikan tauziah dengan topik “Munkar dan Nakir Sang Auditor Alam Kubur” di hadapan jamaah masjid. Selesai ceramah beliau dijamu untuk makan malam dengan menu utama nasi Bukhari lengkap dengan daging kambing bakar dan selesai makan beliau berpamitan pulang dengan jalan kaki yang dikawal oleh beberapa santri senior. Ditengah jalan beliau merasa pada giginya ada daging kambing yang terselip (slilitan) dan beliaupun berhenti sejenak untuk mengambil sayatan bambu yang berasal dari pagar rumah penduduk untuk mencongkel sisa makanan yang terselip digiginya tersebut.

Beberapa tahun kemudian terdengar kabar bahwa beliau telah meningal dunia karena memang telah uzur dan seluruh santri serta masyarakat merasa kehilangan. Masyarakat dan santrinya selalu memanjatkan doa dan marekapun yakin dengan melihat akhlaq dan perilakunya beliau Insya Allah akan dapat diterima di sisi NYA secara istimewa. Tetapi kenyataannya lain, pada waktu di padang mahzar tempat menimbang amal kebajikan dan perbuatan dosanya beliau masuk katagori manusia berdosa karena pernah mencuri. Beliaupun tersentak, "Wahai Tuhanku seingatku sedari kecil hidupku selalu mengabdi kapadaMU dan selalu kujaga diriku untuk menjauhi segala laranganMU"

Setelah mendengar protes itu, Malaikat Atid sesuai dengan tupoksinya membuka file yang berisi dokumentasi perbuatan Kyai Zaini yang sedang mengambil sayatan bambu pagar penduduk tanpa seizin pemiliknya. Walaupun hanya sekedar sayatan bambu untuk mencukil sisa makanan di gigi tetapi diambil tanpa minta izin empunya dapat di anggap sebagai MENCURI.

Dengan perasaan manyesal sang Kyai menangis dan mohon kepadaNYA agar dikembalikan lagi ke dunia untuk meminta maaf kepada pemilik pagar itu Waktu sudah bertalu, tak dapat diputar kembali, manusia punya perhitungan secara duniawi, tetapi Tuhan juga punya ketentuan mutlak sesuai dokumentasi pada file yang dibuat oleh Raqib dan Atid.

 

Bagaimana dengan FILE kita yang telah dibuat Raqib dan Atid selama ini ??????. . . .

Khususnya untuk teman-teman yang sedang bertugas sebagai Petugas Pelayan Tamu Allah mari kita berlomba-lomba mengantarkan para tamu Allah menjadi Haji yang Mabrur agar Raqib sesuai tupoksinya mendokumentasikan dalam file kita yang Insya Allah dengan SKORE YANG TINGGI. Mengapa (insya Allah) dengan skore yang tinggi ??,  karena amalan ini kita laksanakan di tanah suci. Sebaliknya mari kita tutup rapat-rapat file yang di buat oleh Atid jangan sampai bertambah walau sedikitpun, dengan cara jangan sekali-kali melakukan perbuatan yang melanggar larangan-NYA termasuk tidak melaksanakan tugas sebagai Petugas Pelayanan Haji dengan baik, yang berarti mengingkari kontrak tugas yang telah kita tanda tangani di tanah air.

Sebagai Ilustrasi mari kita bandingkan “mengikari kontrak tugas” dengan “kasus Kyai Zaini”  yang hanya karena sayatan kecil bambu yang diambil tanpa izin empunya, maka Atid “terpaksa” mendokumentasikan pada filenya. Dengan menyimak tulisan ini mari kita berdoa semoga kita termasuk orang-orang yang tidak pernah didokumentasikan oleh Atid dalam filenya. Amin. (PW.05/10/2013)