Pengerahan Petugas TETA

Sun, 02/10/2016 15:50:37   | Dilihat : 916   Penulis : Admin2

Pengerahan T-E-T-A

(Tenaga Evakuasi Tanpa Alat)

Makkah Al-Mukaramah. Kamis, 10 Oktober 2013.

Sejak pagi, di BPHI Makkah ada kesibukan yang lain dari biasanya. Sejumlah anak-anak muda tengah menyimak penjelasan mentor tentang rencana layanan kesehatan haji selama Arafah-Mina. Siapakah anak-anak muda itu ? Mereka adalah anggota Tenaga Evakuasi Tanpa Alat, yang disingkat dengan sebutan TETA. Pada tahun ini, untuk ketiga kalinya dilakukan perekrutan petugas TETA. Petugas TETA akan bekerja selama masa Armina dengan melakukan  evakuasi jemaah sakit pada area perhajian ke sarana layanan kesehatan terdekat.  

Ketua Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi 1434-H, DR.dr. Fidiansjah, SpKJ, MPH selaku Kepala Bidang Kesehatan PPIH Arab Saudi melaporkan bahwa perekrutan TETA dimaksudkan untuk membantu pelayanan kesehatan di dua area kesibukan haji, yaitu kawasan tenda Arafah dan Mina.

Tenaga Evakuasi Tanpa Alat (TETA) secara resmi diluncurkan hari ini (Kamis, 10 Oktober 2013) di BPHI Makkah. Sebanyak 20 orang petugas telah mendapatkan pembekalan dan pengarahan tentang tugas dan fungsi, serta mekanisme kerja saat operasional layanan Arafah-Mina.

Dalam sambutan pengarahannya, Ketua Tim WASDAL Kesehatan, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP memberikan  tiga pesan penting, yaitu:

  1. Petugas TETA  memiliki peran penting, sama pentingnya dengan peran para Dokter dan Perawat dalam rangka pertolongan kepada jemaah sakit. Sekiranya jemaah sakit tidak ter-evakuasi ke sarana layanan kesehatan, maka Dokter dan Perawat tidak dapat memberikan pertolongan yang memadai bagi jemaah haji sakit. Jadi, petugas TETA memliki peran yang penting.
  2. Berikanlah perhatian kepada jemaah sakit sebagai layaknya memperhatikan orang tua sendiri, penuh kasih sayang. Perhatian yang baik akan menjadi obat mujarab bagi jemaah yang sedang dirundung sakit. Dengan perhatian, maka jemaah sakit akan mendapatkan ketenangan.
  3. Niatkanlah semua ikhtiar ini untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Pelayanan yang tulus dan tuntas kepada jemaah haji sakit, semoga dapat menjadi bukti kesungguhan kita dalam rangka melayani jemaah haji Indonesia dan menggapai ridho Allah.

Dengan dikerahkannya petugas TETA, semoga kecepatan respon terhadap layanan kesehatan dapat meningkat/memadai, meski dalam kondisi kepadatan jemaah haji di dua area masyair muqaddasah.

Di penghujung akhir perjelasan kepada awak media, Prof. Tjandra selaku Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP&PL), Kementerian Kesehatan RI juga menerangkan tentang MERS-CoV, bahwa WHO menyatakan MERS-CoV bukan sebagai penyakit dalam kategori PHEIC (Public Health Emergency of International Concern). Sejumlah kasus yang teridenifikasi tetap menjadi perhatian. Adanya informasi tentang virus Corona pada binatang Onta, hal tersebut merupakan hasil temuan riset, tidak dapat menjadi bukti adanya penularan penyakit dari Onta ke Manusia.

Berbagai upaya yang telah dan terus dilakukan adalah edukasi kepada jemaah haji untuk terus menerapkan perilaku hidup sehat (PHBS), termasuk menggunakan masker dan cuci tangan pakai sabun, terang Kabid Kesehatan PPIH. ME.10/10/2013.