Hj. Culan Pasien Haji 2015 Dipulangkan dengan Pesawat Khusus

Sun, 31/07/2016 12:19:12   | Dilihat : 824   Penulis : SUPER ADMIN

Jakarta, 1 Mei 2016

Menkes Nila F. Moeloek Minggu siang (1/5) menerima pasien Hj. Culan Kasim binti Kasim (55 th) dari Kerajaan Arab Saudi yang diwakili oleh petugas RS Garda Nasional, di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Hj. Culan asal Sumatera Barat adalah jemaah haji Indonesia tahun 2015 yang terserang heat stroke pada saat peristiwa Mina, di Arab Saudi tanggal 24 September 2015 lalu.

Selanjutnya Hj. Culan dibawa ke RS. Fatmawati untuk menjalani perawatan berikutnya setelah diturunkan dari pesawat khusus Medevac (Aeromedical Evacuation) yang terbang dari bandara internasional King Abdul Aziz Jeddah, Sabtu (30/4)  pk. 19.00 waktu setempat.

Suasana haru menyelimuti keluarga Hj. Culan saat menerima kedatangan pasien yang berpisah selama 8 bulan. Mereka menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah Indonesia dan Kerajaan Saudi Arabia yang telah berupaya memulangkan Hj. Culan, melalui hubungan diplomatik.

Pemulangan Hj. Culan merupakan bentuk pemulangan istimewa sebab proses yang dilakukan hanya memakan waktu sekitar 5  minggu. Kejadian ini adalah yang pertama dalam sejarah perhajian Indonesia. Sebelumnya, usaha pemulangan jemaah sakit yang memerlukan fasilitas khusus seperti ventilator telah berulang kali diusahakan oleh Kantor Urusan Haji Indonesia (KUHI) KJRI Jeddah, namun hal itu tidak dapat dilakukan mengingat tidak ada maskapai regular yang siap dengan ventilator. Hanya Medevac yang menyediakan hal demikian. Selain itu, biaya pemulangan jemaah sakit dengan ventilator juga cukup besar yaitu lebih dari 2 milyar rupiah.

Pemberangkatan Hj. Culan dari RS Garda Nasional dilepas oleh segenap jajaran pejabat Perwakilan Konsulat Jenderal RI (KJRI) dan KUHI. Selanjutnya didampingi oleh petugas RS Garda Nasional Saudi Arabia, Nikmah Nur Hasan Matasif dan Zuheir Thahir Abdurrahim Jawa, Warga Negara Arab Saudi keturunan Indonesia yang selama ini memonitor dan mendorong pemulangan pasien, Hj. Culan pulang ke Tanah Air.

Sebelumnya, Menkes Nila F. Moeloek sempat menjenguk Hj. Culan saat melakukan kunjungan kerja ke RS Garda Nasional Arab Saudi Maret 2016. Dengan itikad baik, Menkes Nila berharap agar pasien dapat dirawat dan berkumpul dengan keluarga di Tanah Air. Menkes  RI selanjutnya menjajagi kemungkinan tersebut dan melakukan pendekatan dengan pihak Arab Saudi melalui ibu Nimah warga negara Arab Saudi asal Palembang yang bekerja di RS Garda Nasional, untuk membawa Hj. Culan pulang  dan dirawat di Indonesia. Upaya ini membuahkan hasil. Setelah melalui proses administrasi dan disetujui oleh Kerajaan Saudi Arabia persiapan proses pemulanganpun dilakukan.

Hj. Culan dievakuasi dengan menggunakan alat bantu nafas. Saat ini kondisinya stabil setelah sebelumnya koma sejak sakit.

Anak dan suaminya Hj. Culan pada bulan Desember 2015 lalu sempat datang ke Jeddah selama satu bulan melihat kondisi dan meminta agar pemerintah dapat memulangkan yang bersangkutan ke Tanah Air.

Menkes Nila F. Moeloek menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kerajaan Saudi Arabia yang telah merawat Hj. Culan dan membantu pemulangan ke Indonesia. Selanjutnya perawatan berikutnya dilakukan  di RS. Fatmawati Jakarta. Menkes juga mengapresiasi kerjasama antar kementerian terkait dalam mendukung upaya ini, baik di Arab Saudi maupun di Indonesia.

Heat Stroke merupakan salah satu ancaman kesehatan bagi jemaah haji sampai 10 tahun mendatang sebagai konsekuensi periode haji yang bersamaan dengan musim panas di Arab Saudi. Untuk itu Menkes mengimbau calon jemaah haji untuk senantiasa menjaga kondisi untuk tetap sehat melalui Pemeriksaan Kesehatan dan Pembinaan Kesehatan.

"Pemeriksaan kesehatan dan tindak lanjutnya paling baik dilakukan setidaknya 9 bulan sebelum keberangkatan ibadah haji", ungkap Menkes. Selain itu, calon jemaah haji harus memiliki kartu BPJS; selalu berperilaku hidup bersih dan sehat;  Mengikuti tata cara menjaga kesehatan saat ibadah haji dengan antisipasi cuaca ekstrim panas, dan ancaman penyakit pernafasan seperti MERS-COV; serta Mengikuti aturan pemerintah dalam menjalankan rukun dan wajib haji.

dr.Thafsin Alfarizi,M.Sc