Integrasi PPIH Arab Saudi Untuk Penyelenggaraan Haji Yang Lebih Baik

Wed, 14/06/2017 19:15:54   | Dilihat : 4173   Penulis : SUPER ADMIN

"Integrasi ringan diucapkan tapi pelaksanaannya tidak semudah pengucapannya" demikian ungkap Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, DR. dr. Eka Jusup Singka, MSc pada pertemuan Pembekalan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 1438 H/2017 M yang terintegrasi antara Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan. Hal tersebut terjadi karena masing–masing selalu melihat kepentingan dan target yang berbeda. Oleh karena itu pada pertemuan ini kita harus memiliki target operasional yang sama yaitu Jemaah Haji, sehingga dapat terjalin kerjasama yang baik dalam penyelenggaraan ibadah haji.

"Penyelenggaraan kesehatan haji merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi pembinaan, pelayanan dan perlindungan kesehatan bagi jemaah haji" kata Kapuskes Haji. Hal ini seiring dengan isi peraturan Menteri Kesehatan Nomor 62 Tahun 2016 yang menyatakan bahwa diantara bentuk pembinaan bagi Jemaah haji adalah promotif dan preventif kesehatan bagi Jemaah haji. Kegiatan tersebut tidak hanya dilakukan di Indonesia melainkan pada saat Jemaah sedang menunaikan ibadah haji di Arab Saudi, “karena ada spesifikasi penyakit yang khusus hanya terjadi di Arab Saudi, misalnya Mers CoV” tutur DR. dr. Eka Jusup Singka, MSc.

Jemaah Haji Indonesia yang sebagian besarnya berisiko tinggi dengan umur lebih dari 60 tahun merupakan salah satu tantangan bagi petugas kesehatan haji Indonesia. Oleh karena itu diperlukan strategi penyelenggaraan kesehatan haji selama di Arab Saudi untuk menjaga Jemaah haji agar tetap sehat dan dapat menjalankan ibadah haji sesuai Syariat Islam, diantaranya:

1. Penguatan promotif dan preventif dengan tetap meningkatkan pelayanan kuratif dan rehabilitatif;

2. Mobilisasi PPIH bidang kesehatan dan TKHI sesuai situasi dan kondisi dengan memperhatikan pola pergerakkan jemaah haji;

3. Penguatan penyelenggaraan kesehatan di Arafah, Musdalifah dan Mina;

4. Penguatan sistem komunikasi dan informasi antar daker, serta integrasi kerja antara PPIH dan tim asistensi serta pendukung lainnya.

5. Perlindungan dan evakuasi tanazul (pulang dini) jemaah haji

(HBO)