Kementerian Kesehatan Gencar Persiapkan Jemaah Haji dalam Pemeriksaan dan Pembinaan Kesehatan

Thu, 14/03/2019 04:44:56   | Dilihat : 226   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Untuk mengetahui kondisi kesehatan jemaah haji dalam memenuhi persyaratan istitha’ah kesehatan, sebanyak 150 jemaah haji asal Kabupaten Kediri (11/3/2019) mengikuti Sosialisasi Istitha’ah Kesehatan Haji yang digelar oleh Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Kediri dan dihadiri oleh Komisi IX DPR-RI.

Kegiatan sosialisasi tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan, pengukuran kebugaran dan penyuluhan manasik kesehatan haji.

Pengukuran Kebugaran menggunakaan metode six minutes walking test untuk mengetahui tingkat kebugaran jantung dan paru-paru para jemaah haji. Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan (SDK) Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Jopie, yang mewakili Bupati Kediri.

Hadir dalam acara tersebut, Kasubbid Penyuluhan dan Pembimbingan Kesehatan Haji yang mewakili Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, dr. Mohammad Imran dan Kasie Haji Kantor Kemenag Kabupaten Kediri, H. Abdul Aziz, S.Ag, juga sejumlah pejabat dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. Seluruh jemaah haji baik yang muda maupun yang berusia lanjut tampak antusias mengikuti tahapan kegiatan yang berlangsung di Komplek Rumah Makan Nikimasaaki Kabupaten Kediri.

Dalam sambutannya anggota Komisi IX DPR-RI Ir. Budi Yuwono, DIPL, SE menjelaskan bahwa peran Komisi IX DPR-RI dalam kegiatan ini adalah sebagai pengawas dalam rangka persiapan penyelenggaraan haji tahun 2019. "Pemerintah telah melakukan persiapan terkait penyelenggaraan haji dengan sangat baik dari tahun ke tahun. Bertambahnya kuota Jemaah Haji Indonesia akan berdampak pada masa tunggu termasuk di Kabupaten Kediri yang mencapai 20 tahun. Kinerja Pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan bersama jajarannya terus mengawal kesehatan Jemaah Haji salah satunya melalui kegiatan ini patut kita apresiasi," kata Budi Yuwono.

Kepala Sub Bidang Penyuluhan dan Pembimbingan Puskeshaji yang hadir mewakili Kepala Pusat Kesehatan Haji , dr.Imran mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Kediri khususnya Dinas Kesehatan “gencar" dalam melaksanakan pembinaan dan pemeriksaan kesehatan haji.

Penyakit darah tinggi paling banyak diderita oleh jemaah haji saat ini oleh sebab itu Kementerian Kesehatan dalam hal ini melalui Dinas Kesehatan mengawal ketat kesiapan jemaah haji baik fisik maupun mentalnya,”ungkapnya.

Jemaah haji yang status kebugarannya sudah baik agar mempertahankan statusnya melalui latihan maksimal 3 kali seminggu dan jangan memaksakan diri hingga menyebabkan kelelahan fisik, bagi jemaah haji yang menderita penyakit hendaknya selalu rutin mengontrol kesehatannya di Puskesmas atau Klinik terdekat, dan bagi jemaah haji yang status kebugarannya masih kurang atau cukup dapat meningkatkannya dengan berlatih sesuai dengan anjuran dokter/tim kesehatan,” pungkasnya.

Acara dilanjutkan dengan manasik kesehatan haji oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri dan informasi penyelenggaraan haji 2019 oleh Kasie Haji Kementerian Agama Kabupaten Kediri, dan ditutup dengan tanya jawab. (DSS dan KPW)