Sosialisasi Hasil Ijtima' Majelis Ulama Indonesia Tentang Kesehatan Haji di Jombang tanggal 8 Maret 2019

Fri, 15/03/2019 10:43:23   | Dilihat : 207   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Kepala Bidang Pembimbingan dan  Pengendalian Faktor Risiko (PPFR) Pusat  Kesehatan  Haji   Dr. Rosidi Roslan, SKM, SH, MPH, mewakili Kepala Pusat Kesehatan Haji membuka acara Sosialisasi Hasil Ijtima’ MUI tentang Kesehatan Haji di Hotel Yusro Jombang Jawa Timur, Jum’at (8/3/2019).

Rosidi dalam sambutannya menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakannya kegiatan ini adalah untuk mensosialisasikan hasil ijtima’ MUI ke VI tahun 2018 khususnya tentang Istitha’ah Kesehatan Haji, Safari Wukuf dan Badal melempar jamarat. Pusat Kesehatan Haji memfasilitasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk meningkatkan koordinasi dan harmonisasi dengan pihak terkait dalam implementasi istitha’ah kesehatan.

Rosidi juga menambahkan dukungan dan peran serta Ulama dalam Istitha’ah Kesehatan Haji sangatlah penting agar jemaah haji memahami istithaah itu sendiri, agar jemaah haji harus senantiasa menjaga kesehatan sampai penetapan Istithaah.

Kegiatan ini dikuti 121 peserta dari provinsi dan kab/kota se-Jawa Timur, berasal dari instansi Dinas Kesehatan Provinsi dan kabupaten/kota, Kantor Wilayah Kemenag Provinsi, Kantor Kemenag kabupaten/kota, MUI Provinsi dan kabupaten/kota serta  Asosiasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji.

Dukungan MUI terhadap Istitha’ah Kesehatan Haji

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Dr. H.M. Asrorun Ni’am Sholeh, MA hadir sebagai narasumber menjelaskan bahwa salah satu syarat wajib haji adalah istitha’ah yang merupakan term agama. Penentuan apakah seseorang memenuhi kualifikasi istitha’ah dalam kerangka Islamic judgement, membutuhkan perangkat teknis dan keahlian.

“Perangkat yang terkait dengan kesehatan menjadi ranah kompetensi Kementerian Kesehatan.  Perlu adanya sinergi dan saling mendukung untuk memastikan pelaksanaan ibadah haji itu tepat sesuai dengan ketentuan syari’ah dan benar pelaksanaannya sesuai standar kesehatan”, jelas Ni’am.

“Sosialisasi secara lebih optimal kepada masyarakat, terutama kepada umat islam, agar memperoleh maklumat dan pengetahuan secara utuh  terkait dengan Istithaah Kesehatan haji ini”,tambahnya. (AS dan AH)