Kota Lhokseumawe Bersiap Wujudkan Jemaah Istihaah Dengan Melakukan Pembinaan Kesehatan Haji

Fri, 22/03/2019 07:51:02   | Dilihat : 72   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Kegiatan Sosialisasi ini diawali dengan melakukan skrining Penyakit Tidak Menular seperti pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolestetol dan asam urat serta pengukuran kesehatan jiwa. Dari pemeriksaan tersebut didapatkan hasil sebagai berikut : Tensi darah normal: 48 org, DM 19, Kolesterol darah : 87, test dimensia di bawah normal ada 8 org.

Sosialisasi ini dilaksanakan di Hotel Harun square kota Lhokseumawe yang dihadiri oleh 150 orang Jemaah Haji, hadir pula pada pertemuan tersebut Anggota DPR RI, Pusat Kesehatan Haji, Dinkes Provinsi dan Dinkes kota Lhokseumawe sebagai tuan rumah dan Kantor Wilayah Kemenag Kota Lhokseumawe.

Berdasar data Kemenag Kota Lhokseumawe, jumlah Jemaah haji Kota Lhokseumawe pada tahun 1440 H sebanyak 268 orang agar segera melakukan pelunasan BPIH tahap pertama dimulai dari tanggal 19 Maret hingga 15 April 2019 dan tahap kedua dimulai tanggal 30 April hingga 10 Mei 2019. Dalam sambutannya, Kakantor Kemenag Kota Khokseumawe mengingatkan jika persiapan kesehatan jemaah sudah bagus, maka tahapan berikutnya tentunya akan lebih mudah untuk dilaksanakan.

Dalam sambutannya, Bapak Imran Cahyono dari Puskeshaji, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan rangkaian kegiatan penyelenggaraan kesehatan haji dan bukan sekedar untuk mencari siapa yang sakit namun untuk mendampingi pemeriksaan kesehatan yang sedang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota. Jemaah haji dihimbau untuk menjaga kesehatan sebelum berangkat, melakukan imunisasi meningitis dan membiasakan diri dengan cuaca panas.

Sementara itu Kepala Bagian Kemasyarakatan mewakili Walikota menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk mengenali faktor risiko kesehatan haji sehingga dapat ditangani secara dini sehingga Jemaah Haji dapat beribadah degan baik, selain itu juga menambah wawasan dan pengetahuan selama masa tunggu sampai masa keberangkatan sehingga pulang dengan sehat dan memperoleh haji
mabrur, "Jemaah mesti bersyukur karena dapat berangkat pada tahun ini, banyak dari saudara kita yang tertunda dikarenakan alasan kesehatan bahkan ada yang wafat," oleh karenanya ia mengharapkan Jemaah haji harus menyiapkan fisik dan mental sejak dari awal.

Pada sesi terakhir, Bapak T. Khaidir selaku anggota DPR-RI menyampaikan agar Jemaah haji memperhatikan hal-hal yang mempengaruhi istithaah kesehatan, seperti pengalaman beliau sebagai pengawas haji, beliau menemukan banyak Jemaah Haji tersesat di Masjidil Haram karenanya Jemaah haji harus memperhatikan baik-baik posisi pintu masuk dan keluar, jangan tercecer dari rombongan, jangan sampai kaki melepuh karena tidak memakai alas kaki karena sangat berbahaya terutama Jemaah yang mengidap DM, dijelaskannya pula Ibadah haji adalah ibadah fisik yang menuntut kebugaran sehingga harus dipersiapkan dengan baik, terapkan Germas, kurangi makan gorengan, perbanyak makan sayur dan buah, bawa bekal selama wukuf minimal membawa buah.

Sebagai penutup ia menyarankan kepada pemerintah untuk menambah petugas kesehatan sesuai dengan ratio Jemaah haji, ia mengingatkan jangan ada petugas yang mendahulukan ibadah dari pada tugasnya dan mengharapkan Jemaah haji jangan menyepelekan arahan dan nasihat dari kepala rombongan dan dokter di kloter yang menjadi panutan di kloter masing-masing. (AH & NS)