Sinergitas Petugas Kloter Sebuah Keharusan

Wed, 27/03/2019 05:37:53   | Dilihat : 170   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Semangat integrasi adalah untuk membawa nama baik petugas kloter (TPHI, TPIHI, dan TKHI). Oleh sebab itu sebuah keharusan bagi Petugas Kloter, untuk kerjasama yang bersinergi bukan kontraproduktif. Diharapkan para petugas haji yang terpilih  dapat memahami  tugas pokok dan fungsinya masing masing, serta mampu menciptakan kerjasama yang baik antara sesama petugas. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pembimbingan dan Perlindungan Faktor Risiko Kesehatan Haji Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan Dr. Rosidi Roslan, SKM, SH, MPH dalam Kegiatan Pelatihan  Terintegrasi Tahun 2019 di Asrama Haji Padang Sumatera Barat, yang dilaksanakan mulai dari tanggal 22 sd 31 Maret 2019. 

Dijelaskan Rosidi, jemaah haji sakit akan memiliki keterbatasan dalam aktivitas sehingga ibadahnya akan terhalang, hal yang lain tim kesehatan haji dalam satu kloter jumlahnya terbatas sehingga perlu dukungan dari petugas kloter lainnya, dalam artian bahwa "Perlu jejaring kerjasama dalam memperkuat pelayanan kesehatan dengan Ketua Kloter, Ketua Rombongan dan Ketua Regu, baik selama di perjalanan, pondokan, Arafah, Muzdalifah maupun di Mina," ujarnya.

Rosidi juga menambahkan, agar Jemaah haji tetap sehat dan dapat menjalankan rukun dan wajib haji, maka "Jemaah Haji perlu mendapatkan informasi yang Benar, Akurat dan Lengkap, diantaranya; istirahat yang cukup (tidak memaksakan aktivitas yang berlebihan), minum air yang cukup, makan yang teratur dan tepat waktu, termasuk dalam penggunaan APD, membadalkan melempar jamarat bagi Jemaah haji yang memiliki keterbatasan".

Pelatihan diikuti oleh 48 orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Kementerian Kesehatan dan 32 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) Kementerian Agama. Seluruh Peserta berasal dari provinsi Sumatera Barat dan provinsi Bengkulu. (RR)