DOKUMEN PERJALANAN PETUGAS HAJI

Sun, 31/07/2016 15:37:30   | Dilihat : 6590   Penulis : Admin

(Paspor, Visa dan DAPIH)

Penyelenggaraan Ibadah Haji, sebagaimana diamanahkan dalam Undang-Undang Nomor 13 tahun 2008, bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi jamaah haji sehingga dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan agama Islam. Kementerian Kesehatan sebagai kepanjangan tangan dari pemerintah berkewajiban memberikan pelayanan yang optimal di bidang kesehatan kepada jamaah haji agar tetap berada dalam keadaan sehat dan kondisi fisik yang prima baik pada saat berada di Indonesia, dalam perjalanan maupun selama di Arab Saudi serta dalam perjalanan kembali ke tanah air.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas Kementerian Kesehatan merekrut tenaga yang akan melakukan pelayanan kesehatan baik di Kelompok Terbang (kloter) maupun di Arab Saudi (non Kloter). Salah satu persyaratan untuk menjadi Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) dalam melakukan pelayanan kesehatan adalah  Dokumen Perjalanan Petugas Haji.

Dalam rangka pembuatan Dokumen Perjalanan Petugas Haji  seluruh  peserta  terpilih PKHI diwajibkan mengumpulkan persyaratan:

  1. Paspor Hijau dengan ketentuan;
    a. Nama terdiri dari 3 kata tidak termasuk gelar atau bin/binti
        Contoh: Kamalludin Saih Suheli
    b. Jumlah halaman minimal 48 halaman
    c.  Minimal berlaku sampai dengan April 2016
  2. Pasphoto berwarna:
    a. Latar belakang putih (ukuran wajah 70 – 80 %), ukuran sebagai berikut;
  • 3 x 4 sebanyak 15 lembar
  • 4 x 6 sebanyak 4 lembar

         b. Latar belakang merah (ukuran wajah Normal), ukuran sebagai berikut;

  • 4 x 6 sebanyak 4 lembar

Catatan:

  • Tanpa kacamata
  • Berjilbab bagi wanita

      3. Fotocopy KTP (diperbesar 150%)

      4. Fotocopy buku rekening Bank BNI 46 (lembar tertulis nomor rekening diperbesar 150%)

      5. Mengisi Daftar Riwayat Hidup Calon Petugas Haji Indonesia secara lengkap dan menuliskan kode pos.

Berkas persyaratan ini dikumpulkan pada saat peserta mengikuti Pembekalan Terintegrasi. Proses pembuatan dokumen perjalanan petugas haji dilakukan melalui beberapa tahapan dan memerlukan waktu yang cukup lama. Seluruh berkas yang telah dikumpulkan tidak dapat dipinjam terlebih dahulu untuk keperluan lain karena akan menghambat proses pemberkasan dan penugasan nantinya.

Agar tidak terjadi kesalahan, cek kembali berkas persyaratan sebelum dikumpulkan. Kumpulkan berkas tersebut ke Panitia Pembekalan Terintegrasi Tim Kesehatan Haji Indonesia. Berkas yang dikumpulkan oleh panitia akan diambil oleh petugas dari Pusat Kesehatan Haji untuk diproses pembuatan dokumen perjalanan petugas haji di Kementerian Agama dan proses pembuatan Visa di Kedutaan Arab Saudi.

Dokumen perjalanan petugas haji yang terdiri dari Paspor, Visa dan Dokumen Administrasi Petugas Ibadah Haji (DAPIH) yang telah selesai akan dikirim ke embarkasi. Seluruh petugas kesehatan haji akan menerima dokumen perjalanan hajinya di embarkasi pada saat akan berangkat. Apabila pada saat penugasan ada petugas yang tidak dapat berangkat dan dokumen perjalanan petugas hajinya sudah selesai diproses maka paspor yang telah memiliki visa tersebut akan dipegang oleh Kementerian Agama sampai masa operasional penyelenggaraan ibadah haji selesai.

Mengingat pentingnya dokumen perjalanan petugas haji maka persyaratan yang wajib dikumpulkan oleh seluruh calon petugas kesehatan haji Indonesia terpilih yang mengikuti pembekalan terintegrasi menjadi perhatian yang harus dipersiapkan sebelum mengikuti pembekalan tersebut. (artikel:ARH, editor: IC)