Konsolidasi TKR PPIH Arab Saudi melalui Workshop Tim Kuratif Rehabilitatif

Sat, 20/04/2019 02:18:27   | Dilihat : 149   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Sentul City, 19 April 2019 - Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan mengadakan Workshop Tim Kuratif Rehabilitatif (TKR) untuk Daerah Kerja (Daker) Mekkah, Madinah dan Tim Mobile Bandara pada tanggal 18-20 April 2019 di Hotel Alana Sentul City Bogor. Peserta workshop ini terdiri dari 3 Kasie Kesehatan, 3 Kasubsie Kesehatan, dan Semua Penanggung Jawab (PJ) pada masing-masing Daker. 

Tujuan dari kegiatan workshop ini adalah memantapkan konsolidasi semua TKR dalam melaksanakan tugasnya dalam Pembinaan, Pelayanan dan Perlindungan terhadap Jemaah Haji. Adapun Output dalam workshop ini adalah membuat Petunjuk Teknis Operasional dan Standar Operasional Prosedur.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc mengatakan bahwa TKR harus kompak dalam menjalankan tugas. "Jalankan apa yang diperintahkan oleh Direktur KKHI. (Pelaksanaan) Safari Wukuf agar dijalankan sesuai SK Kapuskeshaji No. 02.07/1/1988/2017 tahun 2017," sambungnya.

"Persiapkan Tanazul dengan sebaik-baiknya. Kepulangan jemaah sakit yang menggunakan Saudi Airlines harus ada medif dari RS Arab Saudi, sedangkan yang menggunakan pesawat Garuda maka menggunakan medif dari dokter Garuda" kata Eka. "Disini diperlukan saling pengertian antara Tim Mobile (Bandara) dan Tim Tanazul KKHI. Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan agar bisa mengkomunikasikan dengan pihak penerbangan terkait tanazul ini."

"Untuk merespon situasi di Arab Saudi, maka TKR jangan menggunakan sistem DPJP, harus mempertimbangkan sistem kedaruratan. Pasien dengan triage merah maka langsung rujuk RSAS. Untuk triage kuning maka pasien diobservasi dan dirawat di KKHI jangan sampai jadi merah", kata Eka. Agar ada BKO petugas Mekkah ke Madinah diakhir tugas. Setuju agar ada link PJ Visitasi Mekkah dan Madinah. Pada saat evakuasi pasien agar diberi makan. 

Kasie Kesehatan Madinah, dr. Edi Supriatna, MKK mengatakan bahwa Petugas harus siap untuk mobilisasi terutama petugas Madinah. Mobilisasi bisa (dilakukan) ke Mekkah dan Hujjaj. "Pada saat Armina juga harus ada yang siap untuk mobilisasi ke Pos Kesehatan Arafah," kata Edi. "Jangan sampai ada penolakan" sambungnya.

"Triage agar dijalankan. Bila merah maka segera rujuk ke RSAS, bila kuning maka observasi dan rawat di KKHI", kata Edi. Terkait KKHI Madinah yang baru maka ruang perawatan agar dikuatkan.

Kabid Kesehatan, dr. Indro Murwoko dalam arahannya mengatakan yang perlu jadi perhatian adalah saat tanazul, dimana disinilah saat hectic. "Pada saat di Mekkah agar SDM diatur siapa yang melakukan persiapan Mina dan siapa yang BKO Mekkah", kata Indro

Kasie Kesehatan Mekkah, dr. Muhammad Imran, MKM mengatakan bahwa perlunya komunikasi antara KKHI Mekkah dan Madinah. " Dalam hal visitasi perlunya format yang sama antara Mekkah dan Madinah. Pasca Mina, Tim visitasi Madinah agar membantu Mekkah" (ENN)

#haji #kesehatan #kesehatanhaji #puskeshaji