Kementerian Kesehatan Siap Berikan Layanan Bagi Jemaah Haji Melalui Klinik Kesehatan Baru

Mon, 06/05/2019 07:25:31   | Dilihat : 546   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Rabu, 1 Mei 2019 merupakan hari bersejarah bagi Kementerian Kesehatan dimana pada hari ini telah berlangsung acara Tasyakuran dan Peresmian Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) yang berlokasi di Jalan Prince Mohammed bin Abdul Aziz, Madinah, Arab Saudi. Klinik Kesehatan ini diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Ibu Puan Maharani, didampingi oleh Menteri Kesehatan Ibu Nila Farid Moeloek, Menteri Agama Bapak Lukman Hakim Saifuddin, dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Saudi Arabia Bapak Agus Maftuh Abegebriel. Dalam kesempatan ini hadir pula Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi VIII, Konsul Jenderal Republik Indonesia dan sejumlah pejabat struktural di lingkungan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama.

Dalam kesempatan ini Menko PMK, Puan Maharani menyatakan bahwa pelayanan kesehatan merupakan unsur penting dalam menunjang penyelenggaraan Ibadah Haji. Jemaah Haji akan mengalami kesulitan untuk menjalankan rukun dan wajib haji tanpa kondisi kesehatan yang baik. Selain itu Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek dalam sambutannya menyatakan berdasarkan data Siskohatkes tahun 2019 terdapat Jemaah Haji Risiko Tinggi (Jemaah Risti) sebanyak 60 persen, ditambah lagi dengan penambahan kuota 10 ribu Jemaah. Oleh karena itu Kementerian Kesehatan berkomitmen tinggi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi Jemaah Haji Indonesia, agar penyelenggaran Ibadah Haji tahun 2019 ini sukses. Klinik Keshetan Haji yang baru diresmikan ini merupakan wujud nyata komitmen Kemenkes dalam mempersiapkan sumber daya kesehatan bagi Penyelenggaraan Haji di Arab Saudi, selain mempersiapkan tenaga kesehatan, obat-obatan dan ambulans.

Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc dalam laporannya menyatakan bahwa KKHI Madinah yang baru ini mempunyai 5 (lima) lantai dan dapat memberikan layanan yang lebih lengkap ketimbang KKHI yang lama, adapun jenis layanan baru antara lain tersedianya poliklinik rawat jalan,  Intensive Care Unit (ICU), ruang rawat psikiatri, depo obat yang lebih luas, serta peningkatan kapasitas tempat tidur yang semula hanya 50 tempat tidur, saat ini bisa menampung sebanyak 70 tempat tidur. “Semoga dengan dibangunnya KKHI Madinah yang baru ini dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi Jemaah Haji Indonesia”. (AIR)