Setelah Tiba di Tanah Air Kesehatan Jemaah Haji dipantau 21 Hari

Sat, 17/08/2019 08:15:34   | Dilihat : 344   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Oleh : dr. Enny Nuryanti, MKM

Kementerian Kesehatan menghimbau jemaah haji mewaspadai penyakit menular dari Arab Saudi. Berkumpulnya massa dalam waktu yang sama dan jumlah yang besar tentu berpotensi menimbulkan penularan. Mulai tanggal 17 Agustus 2019, Jemaah Haji Indonesia sudah mulai berdatangan ke tanah Air.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan Pasal 39  Bahwa setiap orang yang datang dari negara dan/atau wilayah Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang meresahkan dunia dan/atau endemis, Pejabat Karantina Kesehatan melakukan:

1. Penapisan;
2. Pemberian kartu kewaspadaan kesehatan;
3. Pemberian informasi tentang cara pencegahan, pengobatan, dan pelaporan suatu kejadian Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang meresahkan dunia; dan
4. Pengambilan spesimen dan/atau sampel.

Dalam proses pemulangan jemaah haji di Asrama Haji maka jamaah haji diperiksa dengan thermoscanner, jika sehat maka jemaah akan langsung pulang ke rumah. Namun, jika jemaah haji sakit saat diperiksa dengan thermoscanner di Asrama Haji mengalami demam tinggi, maka akan diperiksa di klinik Asrama Haji. Bila memerlukan rujukan maka akan dirujuk di RS Rujukan. Tapi ketika setelah di rumah mengalami sakit, maka wajib berobat ke RS dengan membawa Kartu Kewaspadaan Kesehatan Jemaah Haji (K3JH) ke Puskesmas setempat.

K3JH Halaman 1 K3JH Halaman 2

Petugas kesehatan membagikan K3JH yang harus diisi oleh jemaah kepada setiap Jemaah yang tiba di tanah air. Apabila jemaah haji mengalami sakit demam,batuk, dan sesak dalam 21 hari sejak kedatangan di Tanah Air, segera berobat ke Puskesmas terdekat dengan membawa K3JH tersebut. Pemerintah mewaspadai berbagai penyakit yang kemungkinan terbawa oleh Jemaah Haji antara lain MERSCoV, Meningitis, Kolera, dan lain-lain. K3JH memuat isian data diri yang lengkap bagi jemaah bersangkutan dan diberi stempel tanggal tiba dan stempel karantina.

Jemaah haji setiba dari Arab Saudi dianjurkan untuk istirahat kurang lebih 2 minggu guna memulihkan stamina usai pulang dari Tanah Suci. Kurangi aktivitas terlebih dulu, istirahat yang cukup dan makan yang bergizi untuk memulihkan kesehatannya terlebih dulu setelah melakukan aktivitas fisik yang cukup berat selama 40 hari. (ENN)