Tetap Samina Waathona Terhadap Himbauan Petugas Kesehatan

Sat, 17/08/2019 15:54:09   | Dilihat : 219   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Oleh : dr. Ade Irma Rosiani, MKM

Alhamdulillah, seluruh rangkaian puncak Ibadah Haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) telah selesai dilaksanakan oleh seluruh Jemaah Haji Indonesia. Meski demikian himbauan-himbauan petugas kesehatan kepada Jemaah Haji jangan ditinggalkan, dan tetap harus dijalankan oleh setiap Jemaah jika tetap ingin dalam kondisi prima pasca Armuzna, bahkan sampai di tanah air dan bertemu keluarga tercinta.

Oleh sebab itu ada beberapa tips kesehatan yang wajib dilakukan oleh Jemaah Haji antara lain:
1. Hindari aktifitas berlebihan yang dapat menyebabkan memburuknya kondisi kesehatan, kurangi kegiatan yang tidak perlu dan banyak menguras tenaga, serta batasi aktifitas fisik yang tidak ada kaitan dengan Ibadah.

2. Gunakan selalu Alat Pelindung Diri (APD) seperti:
a. Gunakan payung saat keluar dari pondokan/hotel untuk mencegah terjadinya sengatan panas (heat stroke) pada Jemaah Haji karena suhu di Arab Saudi bisa mencapai 45°C. Gunakan selalu pelembab yang dapat melindungi tubuh dari sengatan sinar matahari (sunblock), dan gunakan pelembab bibir untuk mencegah bibir pecah-pecah.
b. Gunakan masker untuk melindungi tubuh dari infeksi kuman, bakteri, dan virus yang dapat menyebabkan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Serta gunakan masker kain yang telah dibasahi dengan air lalu diperas, untuk mencegah pecahnya pembuluh darah dalam hidung yang dapat menyebabkan terjadinya mimisan.
c. Bawa selalu semprotan air (water spray) dan isi dengan menggunakan air mineral atau air Zam-Zam, air ini harus diminum oleh Jemaah Haji sebanyak 200 mL setiap jam dan jangan menunggu haus.
d. Terus lakukan gerakan minum air bersama minimal 200 mL setiap jam 8, 10,12, 14, dan 16 Waktu Arab Saudi (WAS) untuk mengindari dehidrasi pada Jemaah Haji.
e. Gunakan alas kaki (sandal) yang mempunyai kait di belakang tumit, untuk menghindari lepasnya sandal dari kaki, dan bawa selalu sandal saat masuk ke dalam Masjid, dan jangan ditinggal atau dititipkan kepada orang lain.
f. Selalu membawa kantong plastik (kantong kresek) untuk menyimpan sandal.

3. Makan makanan bergizi tinggi (4 sehat 5 Sempurna), dan tidak memakan makanan yang basi.
4. Makan sayur dan buah-buahan yang mengandung banyak serat seperti Apel, Pisang, Jeruk, dan Pir.
5. Hindari minuman yang terlalu manis atau terlalu dingin.
6. Hindari kontak langsung dengan unta, seperti foto bersama unta dan minum susu unta langsung di peternakan.
7. Istirahat yang cukup (tidur 6 – 8 Jam setiap hari).
8. Berdiam dalam tempat sejuk dengan berada dalam ruangan ber-AC/water cooler, serta dapat menggunakan kipas angin untuk menambah rasa nyaman.
9. Bila lelah sebaiknya jangan dipaksakan melaksanakan kegiatan yang bukan wajib (jangan memaksakan diri untuk melaksanakan ibadah sunnah, jika tidak mampu).
10. Gunakan selalu pakaian yang longgar dan berbahan katun yang dapat menyerap keringat.
11. Periksa kesehatan pada petugas kesehatan yang ada di kloter secara rutin, terutama bagi Jemaah dengan risiko tinggi (risti).
12. Minum obat-obat rutin tepat waktu sesuai anjuran dokter.
13. Konsumsi vitamin, suplemen dan penambah daya tahan tubuh jika diperlukan.
14. Hindari stress dan berdebat dengan orang lain.
15. Cuci tangan sebelum makan, dan setelah keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sabun dan air mengalir.
16. Gunakan buddy system, yaitu saling mengawasi antar Jemaah maupun petugas, pengawasan terutama dilakukan kepada Jemaah risiko tinggi (risti).
17. Selalu berfikiran positif, berdzikir, berdoa dan bertawakal kepada Allah SWT.

Demikianlah beberapa tips yang dapat dilakukan oleh Jemaah Haji, semoga Jemaah Haji Indonesia menjadi Haji yang sehat dan Mabrur Amiin Ya Rabbal Alamiin. (AIR)