Calon Petugas Haji Berkumpul di Bandung

Mon, 23/09/2019 06:23:09   | Dilihat : 1381   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Bandung, 21 September 2019 - Seminar Kesehatan Haji Provinsi Jawa Barat 2019 yang diadakan pada hari Sabtu, 21 September 2019 di gedung Fakultas Kedokteran Univeristas Padjajaran Bandung dipadati oleh calon petugas kesehatan haji yang akan mendaftar menjadi petugas kesehatan haji di Tahun 2020. Acara ini dihadiri sebanyak 550 orang peserta dengan latar belakang profesi tenaga kesehatan seperti dokter, spesialis, perawat, apoteker, analis laboratorium, dan lain-lain. Seminar ini menghadirkan berbagai narasumber seperti Kepala Pusat Kesehatan Haji yang akan memaparkan tentang Kebijakan Peyelenggaraan Kesehatan Haji, narasumber lain seperti dr. Indro Murwoko, dr. Irma Rustina Defi Sp. KFR, Arimbi Nurwiyanti Putri S. Kep. Ners, Turiman. S.Kep. Ners, dan Siti Kunjanaeni, S.Kep, Ners.

Keynote speaker pada acara seminar ini adalah Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, Dr. dr. Eka Jusup Singka, M.Sc dengan membawakan materi Kebijakan Penyelenggaraan Kesehatan Haji. Dalam paparannya, Eka menjelaskan tentang 4 hal mendasar yang dikerjakan oleh Pusat Kesehatan Haji antara lain:
1. Mempersiapkan Jemaah Haji yang Istithaah;
2. Menyiapkan petugas yang SHARI (Sigap, Handal, Amanah, Responsif, dan Inovatif)
3. Persiapan sarana dan prasarana di Arab Saudi (obat-obatan dan alkes serta Klinik Kesehatan Haji Indonesia/KKHI di Mekkah dan Madinah
4. Menyiapkan Strategi penyelenggaraan kesehatan haji.

Pada kesempatan yang sama, Kapuskeshaji juga menyampaikan tentang Teori Pengendalian Faktor Risiko Kesehatan pada Jemaah Haji,dimana terdapat 2 faktor yang mempengaruhi kondisi kesehatan Jemaah Haji saat berada di Arab Saudi, antara lain:
1. Faktor intrinsik seperti jenis kelamin dan umur;
2. Faktor ekstrinsik seperti suhu yang panas, air (dehidrasi), lingkungan dan perilaku.

Sesuai dengan teori pengendalian faktor risiko yang ditemukan oleh Eka Jusup Singka, Eka menyatakan “Jemaah Haji harus berada dalam zona aman, di mana berada pada kuadran kanan atas, yaitu sumbu x positif (status kesehatan Jemaah Haji/faktor intrinsik) dan sumbu y positif (faktor risiko kesehatan/ faktor ekstrinsik). Apabila timbul suatu penyakit baru pada Jemaah Haji saat di Arab Saudi (New Disease), maka dapat diintervensi melalui pembimbingan dan pengendalian faktor risiko kesehatan haji serta pelayanan dan pengobatan penyakit. Tetapi apabila timbul penyakit terdahulu yang pernah diderita oleh Jemaah Haji (existing disease) saat di Arab Saudi, maka dapat diintervensi melalui penguatan pelayanan kesehatan dan pengobatan (kuratif dan rehabilitatif) diperkuat dengan pembimbingan dan pengendalian faktor risiko kesehatan Jemaah Haji.

Dalam seminar kali ini ada 2 orang peserta (1 orang dokter yaitu dr. Sherly Permatasari dan 1 orang perawat, Ogi Riyanto) yang berhasil menjawab pertanyaan yang diberikan oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji yaitu menjelaskan tentang 4 hal yang dilakukan oleh Pusat Kesehatan Haji dan menjelaskan tentang teori pengendalian faktor risiko, diberikan hadiah golden ticket untuk diberangkatkan menjadi petugas kesehatan haji pada tahun depan. (AIR)