Ratusan Calon Petugas Haji Berkumpul di Rumah Sakit Persahabatan

Sat, 05/10/2019 23:34:34   | Dilihat : 2827   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Sabtu, 5 Oktober 2019 - Bertempat di Gedung Griya Puspa RS.Persahabatan Rawamangun, Jakarta Timur telah berlangsung pertemuan Seminar dan Workshop Nasional Forum Perawat Kesehatan  Haji Indonesia (FPKHI)  dengan tema “Menjadi Petugas Kesehatan Haji yang Shari”. Seminar ini dihadiri 615 orang peserta yang berasal dari berbagai macam profesi seperti dokter, spesialis, perawat, analis kesehatan, rekam medik, radiografer, ahli gizi dan tenaga kesehatan lainnya.

Acara ini dibuka oleh Ketua Umum FPKHI Turiman, S.Kep, Ners. Dalam sambutanya Turiman menyampaikan bahwa “Semangat calon petugas kesehatan haji tahun 2020 ini sangat bagus sekali, hal ini dapat dilihat tingginya antusiasme calon petugas kesehatan dalam mengikuti acara ini, sampai pagi ini masih ada yang masih mau mendaftar sebagai peserta seminar”. Selain  itu Turiman menyampaikan “Tujuan diselenggarakannya seminar ini adalah agar Seminar Nasional Kesehatan haji Indonesia bisa menjadi bagian dari menyiapkan calon petugas kesehatan Haji yg SHAR'I (Sigap, Handal, Amanah, Responsif, Inisiatif-Inovatif), membangun komunikasi dan kordinasi antar alumni Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) untuk pembinaan kesehatan Jemaah Haji, memfasilitasi para peminat Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) tahun 2020 melalui workshop pendaftaran online PKHI 2020.

Acara ini dihadiri oleh berbagai narasumber seperti Kepala Pusat Kesehatan Haji Dr.dr.Eka Jusup Singka, M.Sc, Ketua FPKHI Turiman, S.Kep, Ners, Kepala Bidang PSDK dan Fasyankes Pusat Kesehatan Haji dr.Indro Murwoko, Kepala Sub Bidang PSDK Haji Firdaus, ST, MT, MKM. Dalam paparan materinya Kepala Pusat Kesehatan Haji Dr. dr. Eka Jusup Singka, M.Sc menyampaikan, “Bahwa dalam Kesehatan Haji ada  4 Faktor yang harus dipersiapkan setiap tahunnya oleh Pusat Kesehatan Haji, antara lain:
1. Persiapan Jemaah Haji yang istithaah;
2. Petugas yang SHARI (Sigap, Handal, Amanah, Responsif, Inisiatif-Inovatif);
3. Sarana dan Prasarana Kesehatan Haji di Arab Saudi (Ambulance, obat dan perbekkes, KKHI di Mekkah dan Madinah;
4. Strategi penyelenggaraan Kesehatan Haji oleh Pusat Kesehatan Haji (penyiapan profil kesehatan Jemaah Haji, strategi TPP, TGC dan TKR, dll)

Selain itu Eka juga mengingatkan tentang Teori Faktor Risiko dengan Status Kesehatan Jemaah Haji yang sangat dipengaruhi oleh status kesehatan Jemaah Haji (faktor intrinsik) dalam sumbu x, dan  faktor risiko kesehatan (faktor ekstrinsik) yang ada pada sumbu y. Jemaah Haji harus selalu diupayakan dalam zona aman (sumbu x dan sumbu y positif), sedangkan Jemaah Haji yang berada pada zona Z1 (new disease) dan Z2 (existing disease) bisa dijaga dengan upaya promotif preventif, pengobatan yang benar dan tepat serta fasilitas pelayanan Kesehatan Haji yang baik. Dalam sesi diskusi dan tanya jawab dengan seluruh peserta yang hadir kembali Kepala Pusat Kesehatan Haji memberikan pertanyaan yang berhasil dijawab oleh 2 orang peserta dengan nilai tertinggi berdasarkan jawaban yang mereka berikan yaitu dr. Ismi Fadilah Wahyuni dan seorang perawat Euis Kurnia Dewi yang berhasil mendapatkan golden ticket untuk menjadi petugas Kesehatan Haji pada tahun 2020. (AIR)