Calon Petugas Haji Penuhi RSUD dr. Soedirman Kebumen Jawa Tengah

Sun, 06/10/2019 14:52:53   | Dilihat : 1488   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Kebumen, 6 Oktober 2019 - Bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soedirman Kebumen Jawa Tengah telah berlangsung pertemuan Seminar dan Workshop Kesehatan Haji Indonesia yang diselenggarai oleh Yayasan Haji Sehat bekerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) dengan tema “Metode Retrutmen PKHI Terbaru 1414 H”. Pada seminar ini dihadiri sebanyak 290 orang peserta yang berasal dari berbagai macam profesi seperti dokter, spesialis, perawat, analis kesehatan, rekam medik, radiografer, ahli gizi dan tenaga kesehatan lainnya.

Acara ini dibuka oleh ketua PPNI RSUD dr.Soedirman Kebumen Bapak H.Mutholib, S.Kep, Ners. Acara ini dihadiri oleh berbagai narasumber seperti Kepala Pusat Kesehatan Haji Dr. dr. Eka Jusup Singka, M.Sc, Kepala Bidang PSDK dan Fasyankes Pusat Kesehatan Haji dr.Indro Murwoko, Kepala Sub Bidang PSDK Haji Firdaus, ST, MT, MKM., Udi Wahyudi, S.Kep,Ners, M.Kep.

Dalam paparan materinya Kepala Pusat Kesehatan Haji Dr.dr.Eka Jusup Singka, M.Sc menyampaikan, Dalam Kesehatan Haji ada 4 Faktor yang harus dipersiapkan setiap tahunnya oleh Pusat Kesehatan Haji, antara lain:
1. Persiapan Jemaah Haji yang istithaah;
2. Petugas yang SHARI (Sigap, Handal, Amanah, Responsif, Inisiatif-Inovatif);
3. Sarana dan Prasarana Kesehatan Haji di Arab Saudi (Ambulance, obat dan perbekkes, Kartu Kesehatan Jemaah Haji/KKJH, Klinik Kesehatan Haji Indonesia/KKHI di Mekkah dan Madinah). Kemkes telah menyiapkan 70,9 ton obat-obatan telah disediakan oleh Kementerian Kesehatan Pada Tahun 2019, jadi jangan bilang obat tidak tersedia, dan jangan mencari obat yang tidak ada. Semua obat telah tersedia;
4. Strategi penyelenggaraan Kesehatan Haji oleh Pusat Kesehatan Haji (penyiapan profil kesehatan Jemaah Haji, strategi TPP, TGC dan TKR, dll).

Selain itu Eka juga mengingatkan tentang Teori Faktor Risiko dengan Status Kesehatan Jemaah Haji yang sangat dipengaruhi oleh status kesehatan Jemaah Haji (faktor intrinsik) dalam sumbu x, dan  faktor risiko kesehatan (faktor ekstrinsik) yang ada pada sumbu y. Jemaah Haji harus selalu diupayakan dalam zona aman (sumbu x dan sumbu y positif), sedangkan Jemaah Haji yang berada pada zona Z1 (new disease) dan Z2 (existing disease) bisa dijaga dengan upaya promotif preventif, pengobatan yang benar dan tepat serta fasilitas pelayanan Kesehatan Haji yang baik.

Pada kesempatan ini pula Eka menjelaskan bahwa “Semua petugas kesehatan Haji tahun  2020 nanti boleh berhaji, tidak ada larangan untuk melakukan Ibadah Haji, tetapi sebagai petugas Haji gayanya tidak boleh seperti Jemaah Haji, tetap mengutamakan tugas untuk melayani tamu-tamu Allah. Dalam kesehatan Haji ada berbagai bidang ilmu yang terdapat didalamnya, antara lain: mass gathering, traveller’s health, dan disaster management”. Kementerian Kesehatan telah mendapat 10 buah penghargaan dari Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia, pada tahun 2016 sebanyak 1 buah penghargaan, tahun 2017 sebanyak 2 buah penghargaan, tahun 2018 sebanyak 3 buah penghargaan, dan tahun 2019 sebanyak 4 buah penghargaan”. (AIR)