Kloter Pertama Tiba di Tanah Air

Sun, 31/07/2016 16:21:33   | Dilihat : 1257   Penulis : Admin

Gambar: Suasana Terminal Haji di Bandara King Abdul Aziz Jeddah saat pemulangan jemaah haji pertama yang mengalami keterlambatan. Inzet: penanganan medis jemaah sakit di Debarkasi Solo (SOC).

PPIH Debarkasi, khususnya bidang kesehatan tampak sudah bergeliat menyiapkan kedatangan jemaah haji pada hari Kamis, 9 Oktober 2014. Kedatangan jemaah haji kloter pertama dari Saudi Arabia, dijadualkan hari Jum’at, 10 Oktober 2014. Di Embarkasi Surakarta (SOC), segenap pemangku kepentingan sudah tampak berkumpul di Asrama Haji Sukolilo untuk menggelar rapat persiapan penyambutan. Dalam rapat Kamis sore itu, tampak hadir para petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan, Dinas Kesehatan Provinsi dan RSUD Moewardi, serta beberapa instansi terkait lainnya.

Dalam pemantauan rencana kepulangan jemaah haji kloter SOC-01, sempat diinformasikan adanya keterlambatan keberangkatan dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah. Proses komunikasi antara petugas PPIH Debarkasi dengan PPIH Arab Saudi secara terus-menerus, diperoleh informasi adanya keterlambatan. Kloter SOC-01 direncanakan diberangkatkan dari Jeddah pada tanggal 9 Oktober 2014, pukul 17.20 WAS, namun baru diberangkatkan pada pukul 22.55 WAS. Sehingga terjadi keterlambatan hingga 5 jam 35 menit.  Kloter SOC-01 akhirnya tiba di Bandara Adi Sumarmo Solo pada pukul 15.55 WIB. Informasinya ini dapat diperoleh secara terbuka di websitehttp://haji-ga.com

Informasi dari petugas kesehatan PPIH Daker Jeddah, dikabarkan bahwa ada masalah pada area pengelolaan bagasi yang baru dibuka pada kamis, 9 Oktober 2014, pukul 17.00 WAS. Untuk Kloter JKG-01 sempat dievakuasi dari bandara dan beristirahat di hotel Nabaris, Jeddah. Kejadian demikian memang perlu diantisipasi agar tidak menimbulkan masalah kesehatan. Info kepulangan Kloter JKG-01 belum terlihat laporan aktual kepulangan di website garuda.

Sementara di Debarkasi SOC, Dr. Fatma  menginformasikan terdapat 5 (lima) jemaah yang memerlukan bantuan penanganan medis. Terdapat dua orang dengan motion sickness (mabuk udara), 1 (satu) orang dengan serangan asma, 2 (dua) orang geriatri dengan keluhan batuk-pilek tanpa demam dan 1 (satu) orang dengan payah jantung (decomp.cordis) tanpa keluhan sesak. Jemaah sakit dengan asma segera mendapatkan pertolongan di klinik asrama debarkasi haji. Satu orang dengan motion-sickness menolak untuk mendapatkan penanganan medis. Alhamdulillah, Kloter SOC-01 kembali dengan utuh, sebanyak 375 orang, termasuk petugas.

Sebagai prosedur kewaspadaan, dilakukan usap nasopharing secara acak untuk kewaspadaan adanya carrier bakteri neisseria meningitidis. Di Indonesia, bakteri ini sanggup untuk hidup dapat menyebar, khususunya strain A dan C. Pengambilan dan pemeriksaan usap nasopharing dilakukan oleh Labkesprov Jawa Tengah.

Meningitis meningokokus merupakan penyakit yang mematikan dan dapat dicegah dengan vaksin. Seluruh jemaah haji diwajibkan untuk mendapatkan perlindungan vaksin. Pemerintah, dhi Kementerian Kesehatan RI telah menyediakan vaksin halal dan disediakan secara secara gratis (tidak dibebankan tarif PNBP). Hal tersebut dilakukan sebagai wujud upaya perlindungan Warga Negara Indonesia dari risiko kejangkitan penyakit yang terbawa oleh jemaah haji Indonesia. Kewaspadaan penyakit lain juga dilakukan secara memadai, untuk melindungi negara dari kemungkinan penyebaran penyakit wabah dari negara lain. Artikel:ME.10/10/2014.