Kesiapsiagaan Menghadapi MERS CoV dan Ebola Masa Debarkasi H

Sun, 31/07/2016 16:24:36   | Dilihat : 1181   Penulis : Admin

Gambar: Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Menghadapi MERS-CoV dan Ebola Masa Debarkasi Haji melalui Video Conference, oleh Menteri Kesehatan RI, dr.Nafsiah Mboi,SpA,MPH.

"Saya sangat senang dan bangga dengan persiapan yang telah dilakukan teman-teman di daerah dalam rangka kesiap-siagan menghadapi kemungkinan penularan MERS-CoV dan Ebola dari Jemaah Haji”, ungkap Menteri Kesehatan dalam video-conference pada hari Rabu, 1 Oktober 2014. Bertempat di Ruang Situasi Kementerian Kesehatan, Menteri Kesehatan, dr. Nafsiah Mboi,SpA,MPH menggelar rapat koordinasi kesiapan menghadapi kemungkinan penularan Mers Cov dan Ebola oleh jemaah haji pada masa kepulangan Ibadah Haji. Video Conference terhubung dengan 5 (lima) daerah yaitu Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta dan Sumatera Barat. Daerah tersebut merupakan 5 dari 17 Embarkasi di Indonesia yang akan melayani kepulangan jemaah haji mulai tanggal 9 Oktober sampai 6 November 2014.

Menteri Kesehatan didampingi oleh jajaran Direktorat Jenderal PP&PL, Direktorat Jenderal Bina Upaya Kesehatan, Pusat Kesehatan Haji, Rumah Sakit Pusat dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Sementara Jajaran daerah dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan, Rumah Sakit Rujukan, Balai Laboratorium Kesehatan dan Akademisi. Dalam arahannya, Menteri Kesehatan menanyakan kesiapan daerah menghadapi kemungkinan penularan Mers Cov dan Ebola oleh jemaah haji, hal hal teknis yang kurang jelas serta dukungan yang dibutuhkan daerah dari Pemerintah Pusat. Selanjutnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi menyampaikan kesiapan masing-masing serta kendala dan dukungan yang diperlukan.

Diawali dengan Jawa Barat, Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan kesiapannya. Upaya yang telah dilakukan meliputi penyebarluasan Buku Pedoman, Kesiapan Laboratorium,Call Center 022 426100, ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD), Tim Gerak Cepat, Sistem Surveilance dan Pemanfaatan Media Massa untuk penyebarluasan informasi kepada masyarakat. Dalam kesempatan tersebut unsur Laboratorium Kesehatan meminta dukungan Pusat terkait pembiayaan untuk rujukan dan pengadaan media transport sampel.

Sumatera Barat menyampaikan kesiapannya, diantaranya sosialisasi MERS Cov dan Ebola, survey di  pintu pintu masuk negara, pertemuan koordinasi lintas sektor. Sumatera Barat menyampaikan pula terkait adanya 15 pasien umum dengan suspect MERS Cov yang telah dirawat di RS M Djamil Padang dan dinyatakan negatif. Dukungan terkait pembiayaan perawatan di rumah sakit dan tambahan APD juga disampaikan.

Sulawesi Selatan telah malaksanakan Pelatihan tim Gerak Cepat, Sosialisasi MERS-CoV dan Ebola, penyiapan Infection Center di RS Wahidin  Soediro Husodo, Laboratorium , penguatan APD dan koordinasi dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin Makassar, serta Jajaran Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Makassar. Jajaran FKM menyampaikan pentingnya sosialisasi terkait MERS-Cov dan Ebola kepada tenaga lain di rumah sakit selain Dokter dan Perawat, seperti sopir Ambulance, tenaga kebersihan, Nutrisionist.

DKI Jakarta juga menyatakan telah siap menghadapi masa kepulangan jemaah haji. APD cukup dari pengadaan BLUD, Media transport cukup, Ambulance khusus rujukan infeksi, Surveilance berbasis Webs, koordinasi dengan KKP Jakarta dan Banten.

Jawa Timur menyampaikan telah berkoordinasi dengan Laboratorium Daerah, Balai Teknis Kesehatan Lingkunga (BTKL), rumah sakit rujukan dan menguatkan sistem surveilnace.

Menteri Kesehatan memberikan apresiasi atas kesiapan daerah dan berjanji akan memberikan dukungan terhadap kebutuhan daerah. Terkait pembiayaan untuk rumah sakit, Menteri menghimbau agar semua Warga Negara Indonesia termasuk jemaah haji untuk menjadi peserta JKN. Menteri Kesehatan yang baru kembali dari Pertemuan Internasional terkait MERS CoV dan Ebola menyampaikan pentingnya anamnesa terkait kunjungan atau riwayat kontak dengan warga negara Gynea, Siberia, Siera-Leon, Sinegal, Nigeria seta Kongo. Negara negara tersebut juga meminta bantuan tenaga kesehatan dari negara lain untuk merawat langsung pasien terjangkit Mers Cov dan Ebola, karena sangat kekurangan tenaga. Sebagai wujud partisipsi dan dukungan, Menteri berupaya memberikan bantuan tenaga. Oleh karena itu, Menteri meminta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi untuk memfasilitasi relawan yang bersedia ditugaskan ke negara tersebut, terutama Siera-Leon. Usulan relawan dapat disampaikan ke Direktur SIMKAR KESMA dan Direktur P2ML. (ERW.02/10/2014)