8 Tambahan Kasus Baru MERS CoV

Mon, 01/08/2016 09:13:32   | Dilihat : 1050   Penulis : Admin

Sumber: http://www.pppl.depkes.go.id/
Ditayangkan: 2013-09-20 11:48:41 

Pagi ini diumumkan bahwa Saudi Arabia melaporkan 8 tambahan kasus baru Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV), yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ini.

 Beberapa informasi yang penting dari laporan 8 kasus baru ini adalah 2 kasus  berasal dari Medinah, yang merupakan salah satu kota perjalanan ibadah Haji, walaupun dari Medinah, tapi kasus-kasus ini bukanlah jamaah Haji. Sejauh ini belum ada jamaah Haji yang terkena infeksi virus korona.

 Sementara itu, kesemua 8 kasus ada riwayat kontak dengan kasus lain yang sudah terbukti virus korona ( ), artinya memang sekali lagi menunjukkan adanya penularan antar manusia walau terbatas, bukansustain transmission karena belum jelas ada penularan generasi ke dua, ketiga dan seterusnya.

 4 dari 8 kasus baru ini (50%) adalah petugas kesehatan setempat. Selain itu di pihak lain, sesuai pertanyaan kasus orang Filipina yang MERS CoV ( ), kasus itu adalah petugas kesehatan warga Filipina di Riyadh, bukan jamaah. Berita tentang kasus ini memang masih agak simpang siur, namun yang jelas ini adalah petugas kesehatan yang berusia 41 tahun. Ada berita bahwa petugas tersebut kontrol ke RS karena "ketulangan" (fish bone in the throat), dan ada juga berita bahwa dia memang keluhkan pernapasannya. Selaian itu, Juga ada berita yang belum terkonfirmasi bahwa ada satu orang lagi Filipina yang MERS CoV ( ), yang tadinya dirawat untuk hemodialisis, kasus ini terjadi di Riyadh, bukan di kota perjalanan haji.

Untuk itu, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama, SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE mengatakan bahwa sebagai bentuk antisipasi hal tersebut, ada 5 kegiatan pelayanan yang kini dilakukan Kemenkes RI, yaitu:

1) Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Embarkasi haji (UPT DitJen PP dan PL) selalu memberi laporan rutin ke saya setiap hari, dan semua melakukan penyuluhan tentang infeksi virus korona ini pada calon jamaah Haji di asrama embarkasi masing-masing. Di setiap asrama embarkasi juga kami siapkan poliklinik untuk para calon jamaah;

2) Di setiap pesawat yang membawa jemaah Haji ke Arab Saudi disediakan Dokter dan Perawat, dan juga ada penyuluhan kesehatan melalui monitor di pesawat;

3) Sesampai di Arab Saudi, setiap kloter memiliki petugas kesehatan, yang sudah dilatih tentang MERS CoV;

4) Sistem pelayanan kesehatan yang disiapkan Indonesia untuk jamaah Haji kita antara lain adalah adanya kegiatan kesehatan yang disiapkan di "sektor", pelayanan ambulans dan "Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI)"; dan

5) Rumah Sakit milik pemerintah Arab Saudi juga sudah siap dengan semua sarana lengkap untuk menangani kasus MERS CoV, bila ada.

 Sementara itu, Kata Prof. Tjandra, ada juga 5 hal yang perlu dilakukan jamaah Haji selama di Arab Saudi, sehubungan mencegah / antisipasi MERS CoV, antara lain yaitu 1) Selalu melakukan perilaku hidup bersih sehat (PHBS), utamanya rajin cuci tangan pakai sabun (CTPS), makan bergizi, cukup istirahat dan lain-lain; 2) Pencegahan penularan infeksi saluran napas, antara lain bila batuk mulut ditutup, penggunaan masker, dan lain-lain; 3) Kepekaan terhadap kemungkinan sakit infeksi saluran napas, artinya jangan "menyepelekan" keluhan batuk, demam dan lain-lain; 4) Bila ada kecurigaan terhadap MERS CoV (perburukan yang amat cepat dalam 1 - 2 hari, riwayat kontak dan lain-lain), maka harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan memadai, dan dijaga kemungkinan penularannya; dan 5) Ikuti terus perkembangan informasi yang benar tentang MERS CoV di Arab Saudi, dan jangan ragu untuk bertanya dan konsultasi dengan petugas kesehatan kita.

 

Demikian disampaikan Dirjen PP dan PL, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama terkait 8 tambahan kasus baru Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS CoV).