Pemeriksaan dan Pembinaan Kesehatan Haji Mewujudkan Haji Sehat dan Mabrur

Mon, 05/02/2018 22:14:28   | Dilihat : 1228   Penulis : SUPER ADMIN

Undang-undang Nomor 13 Tahun 2008 tentang penyelenggaraan Ibadah Haji bertujuan untuk memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan yang sebaik-baiknya kepada Jemaah haji, melalui sistem dan manajemen penyelenggaraan yang baik agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar dan aman sesuai dengan tuntutan ajaran Agama Islam.         

Penyelenggaraan kesehatan haji bertujuan untuk mencapai kondisi Istithaah Kesehatan Jemaah Haji, mengendalikan faktor risiko kesehatan haji, menjaga agar jemaah haji dalam kondisi sehat selama di Indonesia, selama perjalanan, dan Arab Saudi, mencegah terjadinya transmisi penyakit menular yang mungkin terbawa keluar dan/atau masuk oleh Jemaah Haji dan memaksimalkan peran serta masyarakat dalam Penyelenggaraan Kesehatan Haji.

Istithaah Kesehatan akan menjamin dapat melaksanakan seluruh rangkaian rukun dan wajib haji kesehatan. Oleh karena itu menjadi kewajiban bersama antara Pemerintah, Jemaah Haji dan Masyarakat untuk mewujudkan Istithaah Kesehatan Jemaah Haji.

Istithaah Kesehatan bagi jemaah haji adalah rumusan kriteria jemaah haji untuk memenuhi syarat kesehatan dalam mengikuti perjalanan ibadah haji secara mandiri, tidak membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Saat ini Isthithaah Kesehatan telah dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Istithaah Kesehatan Jemaah Haji. Berdasar Permenkes Nomor 15 Tahun 2016, untuk mewujudkan Istithaah Kesehatan, Jemaah Haji harus melakukan pemeriksaan dan pembinaan kesehatan yang diselenggarakan di Kabupaten/Kota.

Puskesmas dan Dinas Kabupaten/Kota saat ini sudah mulai melakukan pemeriksaan kesehatan dan pembinaan kesehatan bagi jemaah haji yang akan berangkat pada tahun 2018. Jemaah haji diwajibkan melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas, pemeriksaan kesehatan yang dimaksud merupakan pemeriksaan khusus jemaah haji yaitu mulai dari pemeriksaan fisik, laboratorium dan pemeriksaan kejiwaan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mengetahui kondisi jemaah haji, jika mengalami gangguan kesehatan akan diberikan pengobatan.

Setelah pemeriksaan kesehatan maka dilakukan upaya pembinaan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan atau setidaknya mempertahankan status kesehatan jemaah haji agar tetap memenuhi syarat istithaah kesehatan sampai menjelang keberangkatan. Pembinaan kesehatan yang dilakukan berupa penyuluhan kesehatan jemaah haji dan pengukuran kebugaran yang menggunakan metode rockport atau six minute walking test. Pembinaan kesehatan ini dapat dilakukan di puskesmas saat pemeriksaan kesehatan, atau dilapangan terbuka ataupun di KUA atau Asrama haji saat jemaah haji melakukan manasik haji. Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama bekerja sama untuk mewujudkan jemaah haji sehat dan mabrur.

Adapun foto-foto yang kami tampilkan adalah foto pelaksanaan pembinaan kesehatan yang telah dilakukan di beberapa kab/kota di Indonesia pada tahun 2018.

Ayo Jemaah haji lakukan Pemeriksaan kesehatan dan Pembinaan Kesehatan Jemaah Haji sekarang. Semoga Bapak Ibu Sehat Selama Menjalankan Ibadah Haji dan Menjadi Haji yang MABRUR. InsyaAllah.

(MMi)